PRESERVE OUR CORALS Program Transplantasi Karang- WELCOME TO CORALS TRANSPLANTATION SITE "Lestarikan Terumbu Karang - SUPPORT OUR CORALS " BAHARU MINDA BAHARI
Tampilkan postingan dengan label kliping digital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kliping digital. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Maret 2008

Wisata Pulau Abang Satu Pintu

Minggu, 30 Maret 2008

Batam,Tribun-Konsep pengembangan Pulau Abang sebagai objek wisata bahari terus berjalan. Wakil walikota Ria Saptarika meminta agar di Pulau tersebut dilengkapi dengan pondok Informasi.
Selain itu, wisatawan yang akan masuk ke Pulau Abang akan dibuatkan satu pintu. Supaya wisatawan yang masuk tidak merusak terumbu karang yang ada.
"Kita ingin agar tanaman langka yang ada dijaga. Wisatawan yang datang bisa melihat dan berfoto untuk melihatnya tapi tidak untuk memetik atau merusaknya. Karena itu wisatawan yang datang perlu dipandu. Bila perlu mereka dan barang bawaannya diperiksa" kata Ria.
Wawako menyebut tumbuhan
coremap di Pulau Abang sangat bagus. Kita ingin ada yang datang melakukan penelitian terhadap ekosistem dan biota laut. Termasuk tanaman langka blue coral. Sehingga bisa diketahui apa khasiatnya. "Kita akan jadikan Pulau Abang tujuan wisata yang punya nilai ekonomi dan edukasi" papar Ria.
Konsep lainnya yang dikembangkan yakni nantinya warga akan menyediakan tempat tinggalnya untuk wisatawan. Demikian juga dengan kerajinan tangannya dapat dipasarkan.
Pengembangan Pulau Abang saat ini menggunakan bantuan dari Asian Development Bank sebesar 18 miliar. Pemko Batam akan menyiapkan dana pendamping sebesar 20 persen dari dana bantuan.

Selasa, 11 Desember 2007

Pemanasan Global

Apakah yang disebut pemanasan global ?

Pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata – rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Penyebab utamanya adalah pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara , minyak bumi, dan gas alam, yang melepas Gas Rumah Kaca ( GRK ) ke udara, yang menyebabkan Efek Rumah Kaca, yaitu proses dimana atmosfer memanaskan sebuah planet. Hal ini terjadi akibat peningkatan jumlah gas ini melebihi kemampuan tumbuhan dan laut untuk mengabsorpsinya. Seperti kita ketahui, tumbuhan memerlukan CO2 dalam aktivitas fotosintesanya. Ada enam jenis Gas Rumah Kaca, yaitu Karbondioksida ( CO2 ), Metana ( CH 4 ), Nitrous oksida ( N2O ), Hydroperfluorokarbon ( HFCs ), Perfluorokarbon ( CFCs ), Sulfur Heksaflorida ( SF6). Prosesnya adalah sebagai berikut. Energi yang masuk ke bumi mengalami serangkaian proses dimana 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer, 25% diserap awan, 45% diadsorpsi permukaan bumi, 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Energi yang diadsorpsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan, gas CO2 dan gas gas lain, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal Efek Rumah Kaca alami diperlukan untuk mengurangi perbedaan suhu antara siang dan malam. Namun dengan meningkatnya GRK terutama CO2, akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer sehingga suhu permukaan bumi meningkat.

dari berbagai sumber

Senin, 10 Desember 2007

Amazon of The Seas

Rangkuman
CTI-Coral Triangle Iniciative adalah suatu inisiatif kawasan untuk melindungi terumbu karang di daerah yang mencakup Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Kepulauan Solomon dan Papua Nugini.
- di sekitar wilayah perairan di bawah daratan Indonesia terdapat sumber kekayaan maritim hayati yang sangat kaya. "Daerah ini disebut sebagai episentrum. Itulah sebabnya kita memiliki posisi strategis dalam masalah perubahan iklim dunia,"negara-negara yang tergabung dalam Coral Triangle Countries, yaitu Malaysia, Indonesia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Timor Leste.
Selain negara-negara yang termasuk pada CTC (Coral Triangle Countries), pembahasan terumbu karang pada UNFCCC juga diikuti sejumlah negara dan lembaga keuangan yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian terumbu karang di perairan Asia, seperti Australia, AS, ADB, Global Environment Facility (GEF), dan sektor swasta dan pelaku industri pariwisata.
Kelestarian kawasan laut dan pesisir adalah bagian tak terpisahkan dari siklus karbon. Pengakuan penting ini muncul dari Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Corporation (APEC) di Sydney, Australia. Rupanya, dalam memandang ekosistem laut itu, terumbu karang dianggap sebagai komponen penting.
"Karena itu, kami menyambut program Coral Triangle Initiative (CTI) dalam upaya perlindungan terumbu karang dan perikanan." Begitulah penggalan salah satu butir deklarasi para pemimpin negara anggota APEC.
CTI itu sering juga disebut Amazon of The Seas, karena koralnya yang kaya bak hutan Amazon di Brasil. CTI dinilai sebagai pusat kehidupan dan keanekaragaman biota laut dunia. Menurut penelitian The Nature Conservancy (TNC), sebuah LSM lingkungan internasional, CTI menyimpan harta karun berupa 600 spesies koral dan 3.000 jenis ikan serta komunitas hutan bakau terluas di dunia.
Kelestarian kawasan laut dan pesisir adalah bagian tak terpisahkan dari siklus karbon.
Karena itu, kami menyambut program Coral Triangle Initiative (CTI) dalam upaya perlindungan terumbu karang dan perikanan." TNC memperkirakan khusus di kawasan Filipina dan Indonesia saja CTI mampu menyediakan keuntungan ekonomi mencapai US$ 1,6 milyar dan US$ 1,1 milyar per tahun. "Jadi, CTI ini sangat penting, merupakan ladang mata pencaharian lebih dari 120 juta orang di kawasan itu," kata Rili Djohani, Direktur Program TNC Wilayah Indonesia.
Hanya saja, Riza Damanik, Manajer Kampanye Laut dan Pesisir Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, mengingat¬kan bahwa langkah diplomatik ini jangan melulu mengharapkan bantuan asing. Upaya konservasi tak optimal jika sejumlah penyakit lama di dalam negeri belum juga disembuhkan Itu seperti pembalakan liar, penangkapan ikan oleh orang asing di wilayah Indonesia, sampai soal penegakan hukum yang masih lemah," kata Riza.
dirangkum dari berbagai sumber